Text
Gergasi
Tak lama antaranya pintu dapur itu pun membuka. Asap menggelayut keluar dapur disapu angin beranda. Terlihat percikan-percikan api di dalam. Ayah muncul. Beliau kelihatan biasa-biasa saja. Wajahnya tampak lecet-lecet berdarah. “Dinding Ayah”
Perkataan ‘terserah’ ini sungguh mematikan, tumpuan rasa kepasrahan yang dalam, yang menyedot kepercayaan saya. Tanpa disadarinya perkataan itu mendorong saya untuk lebih mengerti. “Menu”
“Korupsi adalah minuman yang bikin ketagihan,” ujar Prabu Kresna sambil menyunggingkan senyumnya yang khas. “Tidaklah penting kaya atau miskin, punya tahta atau rakyat jelata, seseorang akan melakukannya hanya karena ia ketagihan. Sudah nyandu.” “Balairung”
Semak belukar itu akhirnya menjadi bagian hidup Kakek. yang memberikan semangat dan kesegaran baru. Tiap paginya, dalam shalat Subuh-nya, Kakek tak lupa menyelipkan doa—begitu katanya—bagi semut-semut itu. “Semak Belukar”
Cerpen-cerpen Danarto bisa bermula dari kehidupan sehari-hari, lalu tersesat di dunia entah yang tidak dikenali. Ia membawa kita menjelajah dunia yang tak nyata. Nikmatilah kumpulan cerpennya yang memberi warna baru dalam khazanah sastra ini. Membaca Danarto membawa ke berbagai imajinasi mistis, spiritual, dan supranatural. Cerita-ceritanya menghapus batas antara alam nyata dan alam ghaib. Dengan penuturan yang dibalut dengan banyak ungkapan-ungkapan dongeng. Aku menikmati cerita-ceritanya karena aku sadar betul akan hikmah demi hikmah yang terselip maupun dia selipkan pada setiap alur dan dialog tokoh-tokohnya.
| A1884 | 899.221 DAN g | Perpustakaan Sekolah Cendekia BAZNAS (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain